Postingan

RPP Maharah Qiraah

Kisah Buruk Seorang Ibu

 Belajar dari kejadian 15 Juni 2024  Dua hari sebelum hari raya idhul adha. Selepas dari kampus kami langsung menuju kampung halaman. Saya dan Khalid akan shalat hari raya di kampung, sedangkan ayahnya shalat hari raya di Lintau sebagai Khatib. Kami berangkat sebelum zhuhur. Sebenarnya saya mau santai saja dalam menikmati perjalanan. Tapi, Khalid sudah tidak tahan untuk cepat sampai di kampung karna ingin berjumpa dengan adiknya Nusaibah. Bahkan dari pagi dia belum makan, karna maunya makan di tempat Nusaibah. Karna hal itu, sebelum zhuhur kami izin dari kampus untuk pulang terlebih dahulu. Dari ombilin, ayahnya mengantuk dan saya gantikan membawa motor. Kami sangat menikmati perjalanan.  Selepas dari danau singkarak, karna mengingat Khalid belum makan dari pagi. Ayahnya meminta agar dia saja membawa motor, agar cepat sampai, kasihan Khalid belum makan, katanya.  Baru beberapa kilometer motor berjalan, ayahnya mengarahkan motor ke arah rambu2 yang berada di pinggir k...

Peran Orang Tua dalam Membentuk Generasi Qur'ani

Berikut adalah kisah seorang Ibu yang berusaha mendidik anaknya untuk menjadi generasi Qur'ani. "Setelah menikah, saya dan suami sangat menunggu kehadirannya di dunia ini. Ilmu tentang orangtua kami siapkan sebelum dia lahir. Suami tempat saya banyak belajar agama.  Komunikasi kami sebagai orangtua dimulai semenjak Khalid hadir dalam rahim saya. Termasuk membacakannya ayat Al Qur'an. Speaker yang melantunkan ayat al Qur'an non stop di rumah kami. Ketika Khalid sudah lahir kebiasaan itu terus berlanjut. Di usianya satu tahun, ketika dia sudah bisa mengucapkan kata demi kata, di situ lah kami mulai mengajaknya untuk menghafal al Qur'an. Di saat bermain, saya selalu menyelipkan untuk membacakan beberapa ayat, dan saya ulangi ayat yang sama beberapa hari. Saya tidak menyuruh Khalid untuk mengulanginya, tapi perlahan dia akan mengulang sendiri apa yang sudah saya bacakan. Setelah itu, Khalid muraja'ah setiap naik kendaraan. Diatas kendaraan itulah saya bisa menilai ...

Terbukti, bisa menghasilkan uang walau di Rumah Aja

Tak banyak yang bertanya, namun ada yang bertanya "selama pandemi covid-19 ngapain aja di rumah" Oke, kali ini saya bercerita fakta. Semoga yang udah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini bisa terinspirasi,hehe.. Bagi saya usia muda adalah masa dimana harus banyak melakukan hal positif, semoga terbiasa sampai tua.  Pandemi corona memang membuat otak seakan tak bergerak karna kasur akan menjadi benda kesukaan. Banyak yang bilang ini masa rebahan. Yaa itu bagi yang pasrah. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan. Selama pandemi handphone saya harus sedia paket internet dan aplikasi whatsApp harus aktif untuk memberi materi pembelajaran dan harus cepat tanggap memeriksa latihan yang telah dikerjakan oleh siswa saya. Emang saya siapa? Saya adalah guru honorer di salah satu sekolah Islam swasta. Lalu apa yang menginspirasi? Nah saya selama pandemi bertanam bunga dengan berbagai macam jenisnya.  Dan menanam strawberry. Alhamdulillah  sekarang rumah saya sudah penuh den...

Puisi untuk Orangtua

Setetes tinta dari anakmu. (Diruang sadar) Karya Elsa Sepputri Bu, kami tidak tau bu, kami baru sadar ketika usia sudah belasan tahun. Kalau perut ibu menjadi dunia kami selama 9 bulan 10 hari. Kami tendang-tendang, bahkan bikin ibu mual atau bikin ibu lemah. Ibu lahirkan kami penuh peluh, darah, dan tantangannya nyawa ibu. Namun ibu sanggup. Terimakasih ayah, sudah jadi penyemangat ibu ketika berjuang melawan maut ketik melahirkan kami. Disaat Malam, ibu dan ayah harus beristirahat dari lelahnya dunia siang.Kami mengganggu. Kami menangis bahkan berjam-jam. Pagi itu ibu Dan ayah harus ke tempat kerja, namun kami merengek bahkan menangis bu tanpa sebab. Mintak makanan seperti ini, seperti itu. Ayah, ibu. Dulu Kami tidak tau, tidak mengerti, bahkan tidak paham. Sekarang kami sudah sadar. Bahwa hidup kami berkat perjuangan yang ikhlas dari ayah dan ibu. Maaf dari kami. Kami tak seikhlas ayah dan ibu. Kami tak seperti ayah dan ibu. Terimakasih bu.

Puisi Curhat kepada Allah

"tangisanku berucap" Karya: Elsa Sepputri Kamis, 10 Mei 2018 Di ruang kasurku Tuhanku, Sudah lama tak ku tulis ini untukmu Tuhanku, Kehinaanku begitu menyakitkan batinku Tuhanku, Beri ampun aku. Engkau Allah Tuhanku. Begitu menyesakkan dadaku, Kehinaan yang mengalir di diriku, Ber ton berat yang menghimpitku rasanya, Aku tengah tak sadar. Allah, Tuhanku. Kali ini serasa disuntikkan kesadaran padaku, Air mata ini sudah jatuh, Bodoh aku... Hina sekali aku.. Ampuni aku Tuhan, Allah yang Ghafur. Tuhan, sudah lama ku bergantung pada manusia. Tapi aku jatuh. Sudah lama ku bersandar pada manusia. Tapi aku jatuh. Aku salah, salah batinku ... Ku tulis ini biar terus ku ingat, Ku tulis ini biar ku berdo'a, Ku tulis ini biar ku bangun, Ku tulis ini karna kehinaanku, Allah Tuhanku yang Rahim

RPP Bahasa Arab Maharah Qiraah MA

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( R P P )  micro teaching Satuan Pendidikan     : MAN Padang Japang Mata Pelajaran           : Bahasa Arab Kelas/Semester            : X/ Ganjil Tahun Pelajaran         : 2017/2018 Materi Pokok              : المرافق العامة في المدرسة Sub Keterampilan       : قراءة Alokasi Waktu             : 1 x 20 menit A.   KOMPETENSI INTI : KI.1.   Menghayati dan mengamalkan   ajaran agama yang dianutnya KI.2.   Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong, kerja sama, damai), santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasa...