RPP Maharah Qiraah

Peralatan Lengkap Sebelum Melahirkan

  Persiapan kedatangan dedek bayi nih bund: Popok 1 lusin Bedong 1 lusin Baju Celana Sarung tangan Kaus kaki Perlak Kelambu Anger Gurita Alat mandi: 1 Sabun😊 2. Sisir 4. Tempat mandi

Terbukti, bisa menghasilkan uang walau di Rumah Aja

Tak banyak yang bertanya, namun ada yang bertanya "selama pandemi covid-19 ngapain aja di rumah"


Oke, kali ini saya bercerita fakta. Semoga yang udah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini bisa terinspirasi,hehe..


Bagi saya usia muda adalah masa dimana harus banyak melakukan hal positif, semoga terbiasa sampai tua. 


Pandemi corona memang membuat otak seakan tak bergerak karna kasur akan menjadi benda kesukaan. Banyak yang bilang ini masa rebahan. Yaa itu bagi yang pasrah.

Banyak hal positif yang bisa kita lakukan.


Selama pandemi handphone saya harus sedia paket internet dan aplikasi whatsApp harus aktif untuk memberi materi pembelajaran dan harus cepat tanggap memeriksa latihan yang telah dikerjakan oleh siswa saya. Emang saya siapa? Saya adalah guru honorer di salah satu sekolah Islam swasta.


Lalu apa yang menginspirasi?

Nah saya selama pandemi bertanam bunga dengan berbagai macam jenisnya.  Dan menanam strawberry. Alhamdulillah  sekarang rumah saya sudah penuh dengan bunga.


Kemudian saya juga beternak ayam kampung. Setelah ayam menetas, saya langsung merawatnya. Sekitar 50 ekor ayam yang saya punya. 

Punya ayam segitu memang susah bagi saya, apalagi bagi saya yang pemula.

Belum lagi soal makanannya, kandangnya, dan kotorannya.


Nah kalau soal makanan saya butuh modal 10 ribu untuk membeli 1 kg makan ayam. Dan makannya saya campur dengan nasi sisa, dedak, ampas kacang kedelai, dan ampas kelapa

Awalnya ayam saya cuman 5 ekor. Alhamdulillah terjual 3 ekor. 1 ekor harganya 50 ribu,hehe. Bukan saya yang ngasih harga ya, tapi pembeli yang yang ngasih uang segitu,hehe. 

Setelah itu, ayam menetas 10 ekor lagi, begitu sampai jumlahnya 50 ekor.

Untuk biaya makanannya udah cukup ya dari uang 150 ribu.


Namanya saja ayam kampung, tentu lumayan banyak peminatnya.

Setidaknya dalam satu minggu ada yang membeli.

Sebenarnya saya tak ingin menjual ayam di usianya yg kecil, karna saya ingin jadikan ayam petelur. Tapi karna ada yang membeli ya dijual saja.


Alhamdulillah masa pandemi membuat saya bisa belajar untuk beternak ayam.

Sekarang ayam saya hanya tinggal 14 ekor.


Dan sekarang bunga saya sudah bermekaran serta strawbery bisa dipetik tiap hari untuk cemilan.


Terimakasih sudah membaca tulisan saya. 

Saya yakin, kamu adalah orang yang lebih kreatif dari saya.😍

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasehat untuk sahabat